Rabu, 04 November 2020

3 Alasan kenapa Pohon Ara Dikutuk Tuhan Yesus


Pohon Ara yang Dikutuk Tuhan Yesus

Salah satu mukjizat yang diperbuat oleh Tuhan Yesus yakni kala ia mengutuk pohon ara. Pohon ara yang dikutuk ini dicatat di dalam Perjanjian Baru lebih-lebih di dalam dua kitab Injil yakni terhadap Injil Matius pasal 21 dan Injil Markus pasal 11. Pohon ara yang dikutuk ini dikisahkan berada di tengah jalur pada Betania dan Yerusalem. Dalam perjalanan menuju ke kota, Tuhan Yesus mulai lapar. Kemudian di pinggir jalur Ia menyaksikan pohon ara yang berdaun lebat agar Yesus pun hendak melacak makan berasal dari buah pohon ara itu.

Pohon Ara Dikutuk Tuhan Yesus

via freebibleimages.org



Setelah Yesus menyaksikan pohon ara tersebut, Ia mendapati bahwa pohon ara berikut tidak berbuah tetapi hanya berdaun lebat saja. Karena menyaksikan pohon ara berikut tidak berbuah sama sekali maka Ia mengutuk pohon ara berikut sampai menjadi kering baik daun, ranting maupun akarnya agar pohon ara berikut terlampau tidak mampu berbuah lagi.



Pohon Ara


Pohon ara merupakan salah satu jenis pohon yang berdaun lebat dan rindnag. Biasanya pohon ini mampu tumbuh setinggi 6 meter. Ranting dan cabang-cabangnya merentang 7,5 meter sampai 9 meter ke samping. Oleh sebab itu kala cuaca tengah terik banyak sekali orang yang suka berteduh di bawah rindangnya pohon ara ini.



Karena pohonnya terlampau rindang, pasti saja Yesus berharap pohon ara ini juga memiliki buah. Akan tetapi, Ia tidak beroleh apa-apa berasal dari pohon ara itu selain daunnya saja yang lebat. Seperti yang kami ketahui, Yesus dan murid-muridNya merupakan orang yang simpel agar kala mereka lapar, mereka tidak bakal melacak makanan mewah yang mahal. Mereka makan bukan untuk memuaskan udara nafsu melainkan hanya untuk menghalau rasa laparnya saja yang di dalam artian mereka makan cocok bersama dengan kebutuhan.



Dalam hukum orang Yahudi, pohon ara yang terdapat di pinggir jalur bebas untuk diambil alih buahnya oleh tiap tiap orang yang melalui jalur itu. Oleh sebab itu, kala Yesus bersama dengan bersama dengan para murid melalui pohon ara yang terdapat di tengah jalur pada Betania dan Yerusalem, Ia bebas melacak buah yang ada terhadap pohon aratanpa mesti terkena sanksi orang Yahudi.



Alasan Mengapa Yesus Mengutuk Pohon Ara
Bagi kami yang membacanya, mungkin tindakan Yesus yang mengutuk pohon ara ini nampak semena-mena sebab langsung membinasakan pohon ara yang tidak berbuah melalui ucapan mulutnya agar seketika pohon ara berikut menjadi kering. Pohon yang semula hijau dan berdaun lebat seketika menjadi kering sehabis Ia mengutuk pohon ara ini pasti mengakibatkan para muridNya tercengang atas kelakuan yang udah dijalankan Yesus.



Sebenarnya apa yang dijalankan oleh Yesus bukanlah sebuah tindakan yang semena-mena sebab sebetulnya Yesus ingin mengajarkan murid-muridNya prinsip ilahi melalui tindakan yang Ia melakukan di dalam perikop Yesus mengutuk pohon ara. Lalu sebenarnya, apa yang mampu kami pelajari berasal dari perikop tersebut? Adapun yang mampu kami pelajari pada lain:

1. Sesuatu Yang Tidak Berguna Akan Binasa
Mungkin poin pertama ini merupakan salah satu hukum kehidupan atau apalagi merupakan salah satu prinsip ilahi dimana suatu hal yang tidak berguna lambat laun bakal binasa. Tuhan menciptakan kami pastinya ada maksud yang baik yakni Ia ingin kami menjadi manusia yang berguna lebih-lebih bagi sesama kita. Contoh sederhananya seperti ini. Sebuah lilin kami nyalakan di dalam kegelapan sebab lilin berikut berguna untuk menerangi kami di tengah kegelapan. Garam dimasukkan di dalam makanan bersama dengan maksud untuk mengimbuhkan cita rasa terhadap makanan tersebut.



Lalu bagaimana kalau lilin berikut tidak mampu menerangi kami di di dalam kegelapan atau mungkin garam yang kami masukkan ke di dalam amakanan tidak mampu mengimbuhkan rasa terhadapa makanan tersebut? Tentu saja lilin dan garam berikut menjadi tidak berguna bkan? Begitu juga bersama dengan pohon ara yang dikutuk oleh Yesus.Meskipun daunnya lebat, pohonnya rindang tetapi kala ia tidak berbuah maka pohon ara berikut juga tidak menjadi berguna.



Sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah, Ia ingin kami menjadi seseorang yang berguna sebab saat Ia menciptakan kami Ia memiliki obyek yang jelas. Tujuan berikut pada lainagar manusia melakukan apa yang kudus dihadapan Allah serta untuk mengasyikkan dan memuliakan namaNya di dalam kehidupannya. Allah menciptakan kami sebagai manusia agar kami menjadi manusia yang berguna bagi kemuliaan, kemauan serta kerajaanNya. Pohon ara yang ditemui Yesus di pinggir jalur berikut dikutuk sebab pohon ara berikut tidak membuahkan buah agar pohon ara berikut mesti mati kering. Sebagai manusia Ia juga ingin kami mengahsilkan buah di dalam kehidupan ini.



2. Tidak Selalu Ditentukan Oleh Penampilan Luar
Pohon ara yang digambarkan di di dalam Alkitab ini sebenarnye menggambarkan orang yakin yang tidak membuahkan buah di dalam kehidupannya. Pohon ara ini juga menggambarkan iman tanpa kelakuan yang dimiliki oleh manusia. Pohon ara memiliki daun yang lebat semestinya buah terhadap pohon ara berikut lebat. Akan tetapi, penampilan luar berasal dari pohon ara yang hijau berikut tidak menanggung bahwa pohon ara berikut berbuah bersama dengan lebat juga.

Begitu pula kehidupan kami sebagai orang percaya, penampilan yang orang lain menyaksikan belum pasti menggambarkan Kekristenan yang kami memiliki udah membuahkan buah atau justru tidak membuahkan buah sama sekali. Penampilan tiap tiap orang mulai berasal dari yang muda sampai tua, cantik, tampan, atau apalagi biasa saja tidak bakal memilih buah yang dihasilkan di dalam kehidupannya. Sehingga kami mampu menyimpulkan bahwa Kekristenan bukan berbicara soal penampilan luar melainkan berbicara perihal kehidupan sehari-hari apakah udah membuahkan buah atau belum.



3. Penghakiman Hanya Berada di tangan Tuhan Yesus
Tindakan Yesus saat mengutuk pohon ara bukanlah  merupakan tindakan yang semena-mena sebab Ia mengutuk pohon ara berikut bersama dengan obyek untuk mengingatkan para murid bahwa penghakiman perlu hanya berada di tangan Tuhan Yesus. Tindakan Yesus ini mengajarkan kami bahwa Ia berhak untuk menghakimi suatu hal yang menurutNya tidak layak di hadapanNya berdasarkan penghakimanNya sebab penghakiman yang Ia memiliki adalah adil dan perlu agar tidak ada seorang pun yang mampu melawanNya.



Karena penghakiman perlu berada di tanganNya, maka Ia berkuasa untuk pelihara dan melindungi apalagi Ia berkuasa untuk menghancurkan dan membinasakan suatu hal yang dirasa tidak pantas di hadapanNya. Oleh sebab itu, kami diajak untuk hidup seturut bersama dengan kehendakNya sebab kalau saat penghakiman udah tiba, kami mesti mempertanggungjawabkan segala kelakuan kami entah itu yang baik ataupun tidak di hadapan Yesus sang hakim yang adil.



Yesus mengutuk pohon ara yang Ia jumpai di pinggir jalur saat menuju ke Yerusalem bukanlah merupakan tindakan yang semena-mena. Yesus mengutuk pohon ara berikut sebab Yesus ingin mengajarkan kepada mara muridNya perihal prinsip ilahi. Pada hari ini kami diajarkan untuk menjadi murid yang berguna di hadapanNya bersama dengan menggerakkan panggilanNya di dalam kehidupan kami agar kami mampu membuahkan buah yang lebat. Kita juga mesti jelas bahwa Ia merupakan hakim yang adil yang bakal menghakimi manusia menurut perbuatannya. Kiranya artikel ini mampu memberkati dan mengimbuhkan informasi bagi kami semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar