Minggu, 28 Maret 2021

Tentang Puasa Kristen hal penting diketauhi Dari Alkitab


Puasa Seturut bersama dengan Kehendak-Nya

Puasa di dalam Kristen bukanlah sesuatu yang dituntut atau diminta secara khusus untuk dilaksanakan. Puasa diambil alih berasal dari bhs Yunani nesteia yang artinya berpantang atau menghindar nafsu makan dan minum. Puasa menurut Perjanjian Lama merupakan sarana atau alat bagi umat Allah untuk merendahkan diri fungsi mendapat pengampunan serta pndamaian berasal dari Tuhan. Pada waktu ini, doa dan berpuasa sering dikait-kaitkan bersama dengan tidak makan dan tidak minum.



Tentang Puasa Kristen hal perlu diketauhi Dari Alkitab





Sejatinya, puasa merupakan salah satu bentuk sikap kita untuk membebaskan diri kita berasal dari hal-hal duniawi dan berpusat kepada Allah. Puasa merupakan bentuk keseriusan interaksi kita bersama dengan Allah. Puasa juga mendukung kita di dalam beroleh pandangan baru perihal kehidupan dan usaha untuk memperbaharui diri untuk jadi lebih baik lagi. Puasa tidak boleh dianggap sebagai salah satu “metode diet” yang digunakan oleh umumnya orang untuk menghalau berat badan. Tetapi jadikalah puasa itu sebagai salah satu cara untuk mengubah diri kita bukan mengubah Allah.



Seringkali asih banyak di antara kita yang tetap miliki pandangan yang salah perihal berpuasa. Seringkali kita berpuasa sehingga Allah mau jalankan apa yang kita ingin bahkan sehingga terlihat lebih rohani dibandingkan bersama dengan orang lain. Puasa haruslah kita jalankan di dalam kerendahan hati dan penuh sukacita.



Ada sebagian alasan yang salah untuk jalankan puasa. Diantaranya untuk pamer, untuk terlihat lebih saleh atau lebih terkesan rohani dibandingkan bersama dengan yang lain, untuk menutupi dosa dan pelanggaran yang sudah dijalankan secara sengaja serta hanya untuk sekadar mobilisasi kewajiban agama. Biasanya karena alasan yang salah inilah menjadikan seseorang berpuasa bersama dengan tidak benar-benar dan selamanya tidak meninggalkan keduniawiannya.



Dalam Alkitab, puasa dijalankan waktu berharap bimbingan dan perlindungan berasal dari Allah. Dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru banyak tokoh-tokoh Alkitab yang berpuasa. Tokoh di dalam Perjanjian Lama yang berpuasa diantaranya:



Musa, jalankan puasa 40 hari 40 malam tidak makan dan tidak minum (Keluaran 24:16 dan Keluaran 34:28)
Daud tidak makan dan semalaman berbaring di atas tanah (2 Samuel 12:16)
Elia, puasa 40 hari 40 malam berjalan tanpa henti (1 Raja-raja 19:8)
Ayub, 7 hari 7 malam tidak bersuara (Ayub 2:13)
Daniel, 10 hari hanya makan sayur dan minum air putih (Daniel 1:12)
Yunus, 3 hari 3 malam di dalam perut ikan (Yunus 1:17)
Niniwe, 40 hari 40 malam tidak makan, tidak minum dan tidak berbuat jahat (Yunus 3:7)




Sedangkah tokoh Alkitab di dalam Perjanjian Baru yang berpuasa antara lain;



Yesus, 40 hari 40 malam tidak makan (Matius 4:2)
Yohanes pembabtis, tidak makan dan tidak minum (Matius 11:18)
Paulus, 3 hari 3 malam tidak makan, tidak minum dan tidak menyaksikan (Kisah Para Rasul 9:9)
Jemaat mula-mula, berpuasa untuk menguatkan Paulus dan Barnabas di dalam pelayanan (Kisah Para Rasul 13:2-3)




Dalam Kristen, terdapat tiga macam puasa yaitu puasa biasa, puasa sebagian dan puasa penuh. Berikut bakal dijelaskan pengertiannya masing-masing.



1. Puasa Biasa:

Puasa biasa merupakan puasa tidak makan tetapi selamanya minum.



2. Puasa Penuh

Puasa penuh merupakan puasa tidak makan dan tidak minum yang umumnya tidak harus dijalankan lebih lama yaitu tidak lebih berasal dari 3 hari, karena tubuh seseorang bakal jadi kering waktu tidak mendapat air selama lebih berasal dari 2 hari.



3. Puasa Sebagian

Puasa sebagian merupakan puasa bersama dengan menghalangi makanan yang dimakan dan bukan artinya tidak makan apa-pun mirip sekali.

Di di dalam Alkitab juga terdapat sebagian jenis Puasa, diantaranya;



Puasa Musa : 40 hari 40 malam tidak makan dan tidak minum apapun
Puasa Daud : Tidak makan dan semalaman hanya berbaring di
Puasa Elia : 40 hari 40 malam berjalan kaki
Puasa Ester : 3 hari 3 malam tidak makan dan tidak minum
Puasa Ayub : 7 hari 7 malam tidak bersuara mirip sekali
Puasa Daniel : 10 hari hanya makan sayur dan minum air putih saja
Puasa Niniwe : 40 hari 40 malam tidak makan tidak minum dan tidak berbuat sesuatu yang jahat




Lalu bagaimanakah puasa yang diharapkan oleh Allha? Puasa yang diharapkan oleh Allah adalah bersama dengan merendahkan diri di hadapanNya serta mengasihi sesama. Terjalinnya interaksi yang baik bersama dengan Tuhan dimana tersedia pengharapan di dalamNya. Dalam Matius 6:16-18 perihal hal berpuasa dikatakan bahwa kita tidak boleh menyatakan diri kita tengah berpuasa kepada orang lain. “Dan jika anda berpuasa, janganlah muram mukamu layaknya orang munafik.Mereka mengubah air mukanya, sehingga orang menyaksikan bahwa mereka tengah berpuasa. Aku berbicara kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.” Matius 6:16. Dalam hal ini artinya Alah iingin kita tidak menyombongkan diri kita bahwa kita tengah berpuasa. Karena berpuasa yang baik adalah berpuasa bersama dengan segala kerendahan hati bersama dengan obyek untuk Tuhan bukan untuk manusia. Perlu diingat, Puasa bukanlah sekadar untuk memenuhi tugas ataupun kewajiban agama, bukan pula sekadar menghindar diri berasal dari rasa lapar dan haus. Namun, berpuasa artinya kesediaan diri untuk bertobat dan beralih di hadapan Allah sehingga jadi pribadi yang jauh lebih baik kembali berasal dari pada sebelumnya. Ketika kita berpuasa, kita juga harus fokus kepadaNya. Janganlah kita terbawa oleh permohonan daging kita. Dalam Yesaya 58:6-7 dikatakan demikian “Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah sehingga engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan membebaskan tali-tali kuk, sehingga engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan tiap tiap kuk, sehingga engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan mempunyai ke rumahmu orang miskin yang tak miliki rumah, dan jika engkau menyaksikan orang telanjang, sehingga engkau memberi dia busana dan tidak menyembunyikan diri pada saudaramu sendiri!”



Berikut ini merupakan hal-hal yang harus dijalankan untuk menyiapkan hati kita di dalam berpuasa.



Mengakui semua dosa dan pelanggaran yang sudah dijalankan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja sehingga diberikan pengampunan oleh Allah
Mengampuni orang yang dulu menyakiti hati. Bereskan semua permasalahan yang ada. Jangan biarkan amarah merusak inti berasal dari berpuasa yang bakal dijalankan
Meminta Roh Kudus untuk memimpin dan membimbing hati, pikiran, perkataan dan kelakuan kita
Menyerahkan semua kehidupan kita kepada Allah
Merenungkan betapa besar kuasaNya di di dalam hidup dan kehidupan kita
Memulai waktu doa dan berpuasa bersama dengan hati yang penuh harapan dan ketulusan.




Puasa bukanlah suatu cara bagi kita untuk memaksakan tekad kita kepada Allah agarIa mau mengambulkan segala doa dan permohonan kita. Puasa juga bukan perihal siapa yang paling hebat dan yang paling rohani. Puasa juga  bukan sekadar menghindar rasa lapar dan haus. Namun lebih berasal dari itu semua, puasa merupakan sarana kita untuk mengintropeksi diri kita. Dengan berpuasa kita dapat mengetahui segala kekeliruan yang dulu kita perbuat. Dengan berpuasa juga kita dapat jadi bersama dengan denganNya. Ketika berpuasa fokuslah kepadaNya. Selamat berpuasa. Kiranya Ia selalui menyertai dan membimbing tiap tiap cara hidup kita sehingga kita jadi pribadi yang lebih baik lagi. Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar