Senin, 22 Maret 2021

Bahan Mengajar Sekolah Minggu Kelas Kecil


Bahan Ajar Sekolah Minggu Kelas Kecil



Tema: “Goliat dan Daud”



Bahan Cerita diambil alih dalam 1 Samuel 17:1-58

Tujuan:



Agar anak-anak bisa menyadari betapa besar penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita
Ketika kami mengadalkan Tuhan suatu hal yang tidak bisa saja menurut manusia bakal bisa saja di dalam Tuhan
Ketika kami yakin semuanya kepada Allah maka Ia bakal memampukan dan memberkati kita


Bahan Mengajar Sekolah Minggu



Pokok Renungan



Goliat merupakan tentara orang Filistin yang berasa dari Gat. Badannya besar. Disebutkan dalam Alkitab bahwa tingginya enam hasta sejengkal. Goliat memakai perlengkapan perang lengkap. Ketopong tembaga tersedia di kepalanya, busana zirah yang bersisi dan beratnya mencapai lima ribu syikal tembaga, penutup kaki dari temabaga, bahunya memanggul lembing tembaga. Ia juga mempunyai tombak yang besar dan berat. Goliat merupakan orang yang gagah dan terlatih untuk berperang. Ketika orang Israel menyaksikan Goliat, mereka amat ketakutan. Apalagi Goliat menghendaki orang Israel untuk memberikannya seseorang untuk melawannya. Jika Israel menang melawan Goliat makan Filistin bakal jadi hamba mereka. Begitu juga sebaliknya. Jika Israel menang maka Filistin bakal jadi hamba mereka. Ketika selesai berkata demikian, bangsa Israel amat keresahan dan cemas karena Goliat merupakan salah satu kebanggan Filistin yang tentunya bakal jauh lebih hebat dan lebih kuat dibandingkan semua tentara Israel.



Daud adalah orang Efrata yang merupakan anak Isai. Daud merupakan penggembala domba. Daud merupakan anak bungsu dan tiga orang kakak Daud merupakan tentara orang Israel. Pada suatu hari, Isah menyuruh Daud untuk memberi tambahan makanan kepada tiga orang kakaknya dan untuk meliga apakah tiga orang kakak Daud ini tetap selamat atau tidak lebih-lebih terhadap pas itu Israel tengah berperang melawan Filistin.



Daudpun berangkat pagi-pagi sekali ke perkemahan untuk menemui kakak-kakaknya. Setibanya disana, tentara Israel tengah berbaris dang mengangkat sorak perang. Makanan yang dibawanya lantas dititipkan kepada penjaga dan Daud berlari menuju arah barisan untuk menanyakan apakah kaknya tetap selamat atau tidak. Ketika tiba di barisan, keluarlah Goliat pendekar perang orang Filistin itu dan berkata layaknya sebelumnya agar tersedia seorang dari bangsa Israel yang maju dan berperang melawannya. Tentara Israel amat ketakutan. Mereka lari sehabis menyaksikan Goliat mencemooh dan mengejek mereka. Daud amat penasaran mengapa Goliat mencemooh tentara Israel. Daud pun menanyakan apa yang bakal ditunaikan Filistin jika Israel bisa melawannya. Tidak tersedia seorang pun menjawab. Bahkan salah seorang kakak Daud memarahi Daud. Hal ini terdengar samapai kepada Saul sampai Saul pun memanggil Daud untuk berjumpa dengannya. Daud pun berkata kepada Saul agar ia diijinkan untuk melawan Goliat. Awalnya Saul melarang, namun karena kepercayaan Daud, Saulpun mengijinkannya untuk pergi melawan orang Filistin itu. Daud telah memakai peralatan perang lengkap mulai dari kepala sampai kaki. Ia juga diberikan pedang oleh Saul. Namun, Daud tambah menanggalkannya karena Daud tidak bisa pakai peralatan perang lengkap yang berat tersebut. Sebelum memnghampiri Goliat, Daud menyita tongkatnya dan menyita lima buah batu yang licin yang lantas ditaruhnya ke dalam kantung gembalanya.



Ketika Goliat menyaksikan Daud, bangkitlah amarah Goliat karena ia mulai tengah diremehkan oleh orang Israel. Jika dibandingkan dengan Goliat sungguh Daud tidak tersedia apa-apanya. Tubuhnya tidak sebesar Goliat dan ia bukanlah seorang tentara terlatih layaknya Goliat. Ia hanya seorang penggembala kambing domba. Bahkan pas menemui Goliat, Daud tidak mengenakan jubah perang. Ia hanya pakai tongkat yang dibawanya saja. Meliat Daud, Goliat juga mengejeknya dan yakin bahwa pasti ia bakal menang melawan Daud lebih-lebih Goliat berkata kepada Daud bahwa dagingnya bakal diberikan kepada burung-burung di hawa dan binatang-binatang di padang. Tetapi mendengar perkataan Goliat, Daud tidak gentar sedikitpun. Ia tidak risau lebih-lebih tetap yakin bahwa Tuhan pasti bakal melindunginya dan ia pasti bisa mengalahkan Goliat orang Filistin itu. Ketika Goliat bergerak maju, Daud berlari menuju Goliat. Ia menyita sebuah batu yang telah ia siapkan dari dalam kantungnya. Ia meleparkan batu tersebut agar batu tersebut tepat tentang dahi Goliat sampai ia jatuh. Daud lantas menyita pedang Goliat dan menghabisi Goliat dengan pedan itu. Dengan matinya Goliat, Daud pun menang. Ia membunuh Goliat tanpa pedang yang perlu ia bawa sebagai salah satu perlengkapan dan tanpa pakai jubah perang lengkap. Bangsa Israelpun bersorak dan menuji Daud serta Allah.



Apa yang ditunaikan oleh Daud ini memberi tambahan pelajaran yang punya nilai kepada kami sebagai pengajar maupun kepada anak-anak. Seringkali kami sebagai manusia bakal risau jika mengahadapi seseorang yang jauh keluar lebih besar dan lebih kuat dibandingkan dengan kita. Selain itu, ketika kami hadapi permasalahan yang lumayan berat, kami lupa bakal Allah yang tetap menyertai kami dimana pun kami berada. Sebagai orang percaya, kami perlu menyadari dan perlu menyadari bahwa kami mempunyai Allah yang besar dan Allah yang hebat yang bisa memakai kami untuk jadi saksiNya yang hidup. Ketika kami menyerahkan semua hidup kita, apa yang tidak bisa saja bagi manusia bakal bisa saja bagi Allah. Sama perihal nya layaknya Daud. Jika kami sebagai manusia menyaksikan Daud bakal melawan Goliat apa yang tersedia dalam anggapan kita? Pasti kami lebih-lebih dahulu mencemooh Daud dan berkata kepada Daud bahwa Daud pasti bakal kalah melawan Goliat. Memang manusia nyatanya layaknya itu karena jika menyaksikan perbandingan antara Daud dan Goliat pasti kami bakal berpikir bahwa Goliat lah yang menang karena Goliat merupakan pendekar perang yang dibanggakan oleh Filistin dan Goliat pasti telah belajar berperang sejak kecil Ia juga memakai busana perang lengkap. Beda layaknya Daud. Ia tidak memakai busana perang dan hanya tongkat yang ia bawa. Tubuhnya kecil dan tentunya ia tidak pernah berperang layaknya Goliat. Namun, Daud tidak gentar dan tidak risau sedikitpun. Ketika orang lain mencemoohnya dan tidak yakin kepadanya, ia tetap maju karena ia yakin bahwa Allah bakal menyertainya dimana pun ia berada dan pasti Allah memberi tambahan kemenangan kepada bangsa Israel.



Ingatkan kepada anak-anak bahwa mereka juga perlu layaknya Daud yang tetap mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Ketika hadapi ketakutan, ingatkanlah bahwa Tuhan tetap menyertai dimanapun kami berada. Ketika kami takut,kita perlu melawan rasa risau itu dengan berdoa kepada Allah. Jangan rendah diri jika orang lain merendahkan kami lebih-lebih berkata bahwa kami tidak bakal bisa saja bisa. Kita perlu buktikan bahwa kami bisa walaupun kami tetap kecil karena Allah dengan dengan kita. Tidak tersedia alasan bagi kami untuk menyerah sebelum saat mencoba. Tuhan pasti bakal memberi tambahan kami kekuatan karena Tuhan telah memakai kami anak-anakNya untu bersaksi bagi Dia.

Rangkaian cerita yang dialami oleh Daud mengajarkan kepada kami bahwa suatu hal yang berasal dari Allah pasti bakal baik. Ketika kami berserah kepadaNya suatu hal yang tidak bisa saja jadi mungkin. Oleh karena itu janganlah takut. Lawanlah keresahan itu karena Tuhan tersedia dengan dengan kita.



Ayat Hafalan

Yesaya 41:13

“Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: ”Janganlah takut, Akulah yang menunjang engkau.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar